An Ethnomusicological Study of the Organology and Playing Techniques of the Sensapi of the Dayak Deah Tribe in Upau District
DOI:
https://doi.org/10.24036/jsu.v15i2.97Keywords:
sensapi, organologi, teknik permainan, baliat'n bukit, etnomusikologiAbstract
The Sensapi is a traditional plucked instrument of the Dayak Deah community in Upau Subdistrict, Tabalong Regency, South Kalimantan, which plays a significant role in the baliat’n bukit ritual. Knowledge regarding the Sensapi’s organology and playing techniques is still passed down orally and has not been adequately documented, making it vulnerable to change or even loss as the number of cultural practitioners who master it dwindles. This study aims to describe the organological characteristics of the Sensapi and identify its playing techniques. The research employs a qualitative method with an ethnomusicological approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation of two informants selected via purposive sampling: a Dayak Deah traditional leader and a Sensapi player who is also a craftsman. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, while data validity was tested through triangulation of techniques and sources. The results of the study indicate that the Sensapi is a two-stringed chordophone with a pentatonic scale, featuring a construction, materials, and cultural symbols that reflect the local knowledge of the Dayak Deah community. Its playing techniques include peiwe, peombo, as well as local Slur techniques such as mange and mongket, which have been passed down from generation to generation. These findings affirm that the Sensapi is not merely a musical instrument but a representation of cultural identity and a local knowledge system that must be preserved. This study offers scientific documentation that demonstrates how sound, technique, and cultural symbols converge to ensure the sustainability of the Dayak Deah musical heritage, which is currently at a critical juncture in terms of intergenerational transmission.
References
Aliansyah, M. R. N., & Manggala, B. A. (2024). Kajian Organologi dan Teknik Permainan Gambus : Studi Kasus Masyarakat Desa Manyarejo Indonesia. Musikolastikal: Jurnal Pertunjukan & Pendidikan Musik, 6(1), 41–55. https://doi.org/https://doi.org/10.24036/musikolastika.v6i1.159
Almanda, H. H., Yuwana, S., & Yanuartuti, S. (2023). Kajian pertunjukan musik “Thungka” dalam masyarakat Bawean Gresik (Tinjauan etnomusikologi). Imaji, 21(1), 30–37. https://journal.uny.ac.id/index.php/imaji/article/view/49233
Amalia, R., Shifa, L. N., & Fadilah, A. A. (2024). Pengaruh Globalisasi Terhadap Minat Generasi Muda dalam Melestarikan Kesenian Tradisional Indonesia. Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia, 5(1), 675–684. https://doi.org/https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v5i1.4577
Anindita, M. W., Musa, D. T., Studi, P., Sosial, A., Tanjungpura, U., Laut, B., & Correspondence, I. (2025). Fungsi Musik dalam Ritual Pengobatan Tradisional Balenggang Etnis Dayak Bekatik di Kabupaten Sambas Monika. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi Fungsi, 15(2). https://doi.org/10.17509/sosietas.v15i2.84868
Bagaskara, A., Rokhani, U., Ansar, S., & Dwiyanti, N. P. (2025). Etnomusikologi: Pemahaman Awal, Sejara, dan Tantangan Epistemologis di Era Kecerdasan Buatan. Clef: Jurnal Musik Dan Pendidikan Musik, 6(2), 62–76. https://doi.org/https://doi.org/10.23887/ijcsl.v3i1.17484
Callista, K. R., Olendo, Y. O., & Muniir, A. (2022). Bentuk Penyajian dan Fungsi Musik Ritual Muang Penyakit Padi Suku Dayak Kanayatn Desa Ampaning. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 11(9), 1883–1893. https://doi.org/10.26418/jppk.v11i9.58606
Denada, B., Rozak, A., & Rahman, S. (2024). Organologi Instrumen Musik Alee Tunjang. DESKOVI : Art and Design Journal, 7(1), 81–88.
Fauzi, R. R., Permana, R., & Rizal, S. (2025). Organologi dan Fungsi Bedug Produksi Sanggar Kembang Tanjung. Journal of Music Science, Technology, and Industry, 8(1), 59–64.
Firmayati, Delia, D., Olva, C. T., & Melianda, J. (2025). PERAN MUSIK TRADISIONAL RABAB DALAM RITUAL DAYAK MANYANGIANG DI KOTA PALANGKARAYA. Jurnal Tambuleng: Pendidikan Seni, Drama, Tari Dan Musik, 6(1), 74–82. https://e-journal.upr.ac.id/index.php/tambuleng/article/view/20676/7487
Hartatik, A., & Pratikno, A. S. (2023). Pudarnya eksistensi kesenian tradisional ludruk akibat globalisasi budaya. Jurnal Ilmiah CIVIS, XII(2), 141–155.
Hidayat, P. M., & Indriyanto, R. (2025). Topeng Ireng Wira Catra di Desa Wanurejo Kabupaten Magelang : Analisis Perkembangan Bentuk dan Fungsi Pertunjukan. Jurnal Sendratasik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan, 14(2), 113–128.
Jaohari, E. J., Purwanto, A., & Sukanata. (2023). Jasa Session Band sebagai Solusi Penunjang Karir Solois Musik. Irama: Jurnal Seni, Desain Dan Pembelajarannya, 5(1), 15–21. https://doi.org/https://doi.org/10.17509/irama.v5i1.56255
Jhonathan, & Maria, S. O. (2023). PERMAINAN ALAT MUSIK TRADISIONAL KECAPI DI KALIMANTAN TENGAH. JBI: JURNAL BAHASA INDONESIA, 01(02), 36–55. https://jurnal.kalimasadagroup.com/index.php/JBI/article/view/642/PDF
Kembaren, P. A., Elisabeth, S., Napitupulu, E. S. A., Tarigan, H. J., Pasaribu, J., & Saragih, E. (2025). Lagu Sebagai Cermin Identitas Kolektif : Studi Etnomusikologi tentang Budaya dan Kebanggaan Masyarakat Karo. Clef: Jurnal Musik Dan Pendidikan Musik, 6(2), 107–113. https://doi.org/https://doi.org/10.51667/cjmpm.v6i2.2568
Kiareni, C. L., Sorisa, C., & Parhusip, J. (2024). Analisis Penerapan Distribusi Sampling terhadap Kualitas Informasi dan Kepuasan Pengguna Media Sosial. Jurnal Sains Student Research, 2(6), 560–564. https://doi.org/https://doi.org/10.61722/jssr.v2i6.3004
Kiring, M. (2023). Kontekstualisasi Musik Tradisional Sape Dalam Ibadah di Gereja Kemah Injil Indonesia Kalimantan Utara. Cantata Deo : Jurnal Musik Dan Seni, 1(2), 59–70. https://doi.org/https://doi.org/10.69748/jmcd.v1i2.20
Malino, S., Sambira, Z., Allo, H. D. R., Asyer, V., Dase, A. B., & Siallagan, S. I. M. (2023). Kajian Organologi Musik Pompang Toraja: Bentuk, Fungsi, dan Makna. Tonika: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Seni, 6(2), 87–105. https://doi.org/10.37368/tonika.v6i2.526 Program
Mite, K. O. B., Samino, S. R. I., & Dopo, F. B. (2023). KAJIAN ORGANOLOGI DAN TEKNIK PERMAINAN ALAT MUSIK LABA BHETO DI DESA MALANUZA KECAMATAN GOLEWA KABUPATEN NGADA. Jurnal Citra Pendidikan (JCP), 3(2), 844–852. https://doi.org/https://doi.org/10.38048/jcp.v3i2.1066
Paranti, L., Putra, B. H., Wiyoso, J., Salafiyah, N., & Fabiyanto, Enggan Muhammad, K. (2023). Edukasi Paguyuban Jaran Kepang Langen Turonggo Jati Guna Mendukung Desa Wisata Budaya “ Ngidam Muncar ” Kabupaten Semarang. Raje: Riau Journal Of Empowerment.
Patton, M. Q. (1990). Qualitative Research & Evaluation Metods (2nd ed.). Sage Publications.
Pranata, D., & Karwati, U. (2023). Teknik Dasar Permainan Instrumen Dambus Zaroti di Bangka Belitung. Indonesian Journal of Performing Arts Education, 3(1), 22–27. https://doi.org/https://doi.org/10.24821/ijopaed
Ramandey, E. R., & Listya, A. R. (2026). Transformasi Musikal dan Pergeseran Fungsi Sosial Rejung Basemah di Pagar Alam, Sumatra Selatan. Promusika, 14(April), 55–69.
Salafiyah, N., Lestari, W., Supriyanto, T., Utomo, U., & Sinaga, S. S. (2026). Analisis Efektivitas Tes Musikalitas Mahasiswa Pada Pembelajaran Teori Musik Berbasis Open The Box. Jurnal Musik Dan Seni, 4(1), 65–77.
Simanjuntak, R. N., Purba, M., & Ginting, Y. A. (2025). Kajian Organologi Alat Musik Taganing B атак Това. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(8), 2591–2598. http://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/index
Soharsono, Sukarma, I. W., & Ariastina, I. G. P. (2025). ETIKA UPACARA BALIATN PEMBENTUK KARAKTER MASYARAKAT HINDU DAYAK DEAH. Pangkaja: Jurnal Agama Hindu, 28(1), 80–94. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/5141060
Sugiyono. (2017). METODE PENELITIAN KUANTITATIF, KUALITATIF DAN R & D (25th ed.). ALFABETA. file:///D:/download/kupdf.net_metode-penelitian-kuantitatif-kualitatif-dan-r-ampamp-d-prof-dr-sugiyono-2017.pdf
Susanto, P. C., Arini, D. U., Yuntina, L., Panatap, J., & Nuraeni. (2024). Konsep Penelitian Kuantitatif: Populasi , Sampel , dan Analisis Data (Sebuah Tinjauan Pustaka). JIM: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(1), 1–12. https://doi.org/https://doi.org/10.38035/jim.v3i1
Informan Penelitian
1. Peterson, 55 tahun, pekerjaan swasta, berdomisili di Desa Pangelak RT 2, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Berperan sebagai tokoh adat Dayak Deah yang memiliki pengetahuan mengenai instrumen sensapi Suku Dayak Deah. Wawancara dilaksanakan pada 6 April 2026.
2. Delis, 56 tahun, pekerjaan swasta/petani, berdomisili di Desa Pangelak RT 3, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Berperan sebagai pemain sekaligus pengrajin sensapi yang memiliki pengetahuan mengenai proses pembuatan, karakteristik organologi, sistem penyeteman, dan teknik permainan sensapi. Wawancara dilaksanakan pada 29 Maret 2026.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aulya Vivi Aprilina & Nafik Salafiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



